Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 72; Markus 16; Bilangan 27-28
Corrie Ten Boom menceritakan kisah tentang seorang gadis kecil yang memecahkan salah satu cangkir kesayangan ibunya. Gadis kecil itu mendatangi ibunya sambil terisak, "Oh, Ibu, aku sangat menyesal telah memecahkan cangkirmu yang indah."
Ibunya menjawab, "Ibu tahu kau menyesal dan ibu memaafkanmu. Sekarang jangan menangis lagi." Ibu itu lalu menyapu potongan-potongan cangkir yang pecah tersebut dan membuangnya ke tempat sampah. Tetapi, si gadis kecil menikmati perasaan bersalahnya. Ia menghampiri tempat sampah itu, mengambil potongan-potongan cangkir, membawanya ke ibunya sambil terisak, "Ibu, aku sangat menyesal telah memecahkan cangkir cantikmu."
Kali ini ibunya menjawab dengan tegas, "Ambil potongan-potongan itu dan masukkan kembali ke tempat sampah. Jangan bertindak bodoh dengan mengambilnya lagi. Ibu sudah bilang Ibu memaafkanmu, jadi jangan menangis lagi..."
Jangan terus berpegang pada perasaan bersalah Anda. Jika Anda sudah mengakui dosa-dosa Anda pada Kristus itu berarti Dia sudah mengampuni dan menyingkirkan dosa-dosa Anda selamanya.
Kematian Yesus telah membuat hidup kita yang awalnya berlumur dosa berubah menjadi bersih tak bernoda.
[Sumber : Jawaban.com]

Banyak dari orang Kristen saat ini melakukan apa yang seperti anak kecil diatas. Mereka cuek dengan Firman Allah dan hanya mengerjakan yang menurut mereka baik. Saat pemberitaan kabar baik diberitakan di hari minggu, mereka hanya mendengarnya saja. Begitu ibadah itu selesai, mereka pun lupa dengan apa yang dikatakan oleh pendeta di kebaktian. Namun, ketika masalah datang atau kondisi yang tidak baik menimpa, mereka baru sadar dan mulai membaca Alkitab dengan sungguh-sungguh. Tidak hanya itu, mereka juga mulai mempraktikkan Firman Allah dalam kehidupan mereka.
Tanpa sadar, apa yang dilakukan oleh lelaki tua adalah gerakan yang sudah menjadi kebiasaanya saat ia aktif dalam dunia kemiliteran. Sehingga hal itu sudah menjadi kebiasaan bagi dirinya. 
